Aplikasi ZPT alami sangat direkomendasikan untuk mengatasi stres pasca-tanam (transplanting shock) dan memicu pertumbuhan akar rambut baru agar bibit cepat mapan di lapangan. Setelah keluar dari pembibitan dan masuk ke lahan, bibit kakao harus beradaptasi dengan lingkungan baru—perubahan yang cukup ekstrem misalnya kelembapan, suhu, kondisi tanah, hingga serangan hama dan penyakit yang lebih tinggi. Pada fase inilah bibit sering mengalami transplanting shock: daun bisa terlihat layu, pertumbuhan melambat, bahkan akar belum mampu bekerja optimal.
Menurut saya, menghadapi masa kritis fase awal yang berlangsung selama 0 sampai 30 hari setelah tanam adalah fase yang tidak boleh dianggap sepele. Bibit membutuhkan waktu untuk membangun kembali sistem perakarannya dan beradaptasi dengan kondisi mikro pada lingkungan baru. Salah satu pendekatan sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan perlindungan sementara, sambil membantu merangsang pertumbuhan akar baru dengan memberikan ZPT.
ZPT tersedia Luas secara komersil tapi juga dapat dibuat sendiri dengan bahan sederhana disekitar lingkungan petani, salah satunya adalah ZPT alami berbahan bawang merah + air kelapa tua. Aplikasi dapat dilakukan segera setelah tanam dan diulang setiap minggu selama bulan pertama, terutama pagi atau sore hari. Sebagai catatan, hindari aplikasi pada pagi hari apabila cuaca panas atau kemarau cukup ekstrem.
Perlindungan sementara bukan berarti memanjakan tanaman. Tujuannya adalah memberi “waktu” bagi bibit untuk melewati masa adaptasi, sampai akar mulai aktif dan tanaman mampu menghadapi kondisi kebun dengan lebih mandiri. Untuk mendukung kesehatan perakaran, juga dapat mengaplikasikan Trichoderma sebagai bagian dari pengelolaan biologis di sekitar tanaman.
FORMULA CAMPURAN TERBAIK (Auksin + Sitokinin)
Kombinasi Bawang Merah (pemicu akar) dan Air Kelapa Tua (penjaga kesegaran daun/tunas).
Bahan Utama:
- Larutan Induk Bawang Merah: (100 gram bawang merah ditumbuk/blender halus + 1 Liter air, lalu disaring).
- Air Kelapa Tua Murni.
Jika menggunakan Tangki Semprot/Kocor ukuran 16 Liter, ikuti takaran berikut:
- Masukkan 500 ml Larutan Induk Bawang Merah ke dalam tangki.
- Tambahkan 500 ml Air Kelapa Tua ke dalam tangki.
- Isi sisa tangki dengan 15 Liter air bersih hingga penuh (Perbandingan total ZPT : Air = 1 : 15).
- Aduk hingga tercampur merata.
- Dosis per Pohon: Kocorkan 250 ml – 500 ml (sekitar 1–2 gelas mineral) larutan encer ke piringan tanah setiap lubang tanam kakao.
- Waktu Aplikasi: Lakukan segera setelah bibit selesai ditanam ke tanah.
- Jadwal Rutin: Ulangi pengocoran ini setiap 1–2 minggu sekali selama 1 bulan pertama masa tanam.
- Jam Kerja: Aplikasikan pada pagi hari (sebelum jam 09.00) atau sore hari (setelah jam 16.00) untuk menghindari penguapan hormon oleh terik matahari. Apabila cuaca panas/kemarau cukup ekstrem, maka hindari aplikasi pada pagi hari dan cukup lakukan sekali pada sore hari.
Untuk perlindungan total, campurkan 1–2 sendok makan jamur Trichoderma ke dalam tangki kocor ZPT di atas. Kombinasi ini akan merangsang akar tumbuh ekstrim sekaligus membentengi bibit kakao baru dari penyakit busuk akar dan kanker batang sejak hari pertama.

Comments
Post a Comment